Tampilkan postingan dengan label #SelapananNulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #SelapananNulis. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Juli 2015

Tidak Diderai

Dengan khidmat Diella Alba, eh Diella Zuhdiyani mengucapkan selamat lebaran!

Perjalanan Jogja-Temanggung yang awalnya dikhawatirkan bakal macet karena kami berangkat siang ternyata ramai lancar. Obrolan aku dan Ayah dimulai dari temukan 5 perbedaan ol nyu nisan gren lifina dan nisan gren lifina lama. Dan pemenangnya adalah. Tidak ada.

Percakapan kami beralih ke nyinyiran pribadiku
D- "Ayah mana ada di teve seleb penyanyi dangdut mau bayar zakat aja pake disoteng."
D- "Itu si anaknya melinda yang cerai anggota DPR yang ganteng siapa namanya?"
A- "Farel."
D- "Nah iya Farel, masa kemarin dia nuker duit lebaran di pinggir jalan pake disoteng segala."

Yang paling baik tidak diderai

Almarhum Datuk (Ayahnya ayah) selalu bilang bahwa yang paling baik tidak pernah diderai. Yang baik tidak pernah dengan mudah dilihatkan, dipamerkan. Yang baik akan dijaga, dirawat tanpa khawatir dilupakan, karena kebaikan yang dia punya dia akan dicari, tanpa berusaha untuk diakui.

MANA ADA RAISA BIKIN NASTAR PAKE DISOTENG SEGALA

Itu diatas yang pake kapslok adalah contoh praktikal yang cukup konkret.

Well, langit tidak perlu menjelaskan kalau dirinya tinggi. People know you are good if you are good.

Samlekom.



Jumat, 08 Mei 2015

long taim no si

Kata Aya di grup beberapa minggu lalu
"Kata dosenku coba deh kita lakuin hobi kita setiap hari."
Sempat terpikir, apa aku kudu nge post blog tiap hari. Kemudian dengan raut optimis "oke!" dalam hati.

Btw, pada tau kan ya artinya wacana?

Jangan lupa bold italic uderline.

Jujur semester 2 sudah terasa hecticnya sebagai mahasiswa. Welelele mahasiswa.
Matakuliah dengan segala tetek bengek riset yang sekarang aku paham sakitnya LDR (red: Lelah Disiksa Revisi). Ada yang tau rasanya proposal riset sudah selesai kemudian dosen minta ganti total? Aqu Quat Qoq

Dua bulan full berangkat subuh pulang tahajud kadang efeknya nggak baik, seperti kebalik pakai baju ketika ke kampus.
"Suk tau nggak kenapa aku dari tadi garuk garuk leher?"
"Kenapa?"
"TERNYATA BAJU AKU KEBALIK. HA HA HA. JADINYA KERAHNYA SEMPIT DI DEPAN."
Kemudian Sukma hening dan menatapku dengan keprihatinan.

Atau ketika di kamar mandi kosan Ayu celana basah kuyup kesiram air segayung padahal mau rapat evaluasi ketika itu jam 6sore rapat jam 6.30 mustahil untuk pulang ganti celana.
Akhirnya aku diantar Ayu ke parkiran dengan outfit yang sangat fasyenebel:
1. Jilbab warna coklat susu
2. Cardigan warna gading dengan daleman tutul-tutul abu abu
3. CELANA TRAINING WARNA MERAH JINGGRANG MENUSUK MATA
4. Tas plastik besar berisi celana yang basah kuyup
5. Payung
Kata Ayu aku harus foto #ootd

UTS mulai minggu lalu dan aku kena demam pas garap ujian finance Senin siang kemarin. Aku pikir itu hanya efek anak desa yang nggak mampu kalau dapet bagian duduk di bawah AC. Ternyata sampai 4 hari nggak turun panasnya. Semalam makin gila lagi dan terpaksa ujian Intro to Economics susulan, untung dosen matkul ini hatinya bak malaikat.

Yel, kamu kalau ngeblog kok isinya cuman sambatan sih!


Minggu, 22 Maret 2015

Baiklah

Berkiblat pada iklan ponds di youtube, posisi tidur meringkuk seperti fetus menandakan orang tersebut mudah gelisah.
Dari berbagai posisi tidur yang ada, aku secara tidak sadar selalu memulai tidur dengan posisi meringkuk. Dan bangun dengan posisi headstand.
Enggaklah, bangun juga masih meringkuk.

Kalau aku adalah penganut iklan ponds yang ekstrem kemudian hilang di perbatasan Turki dan Suriah (?), aku berarti manusia gelisah tak berarah.

Dimulai dari Bulan Juli 2014.
Aku jarang banget pakai make up, hanya di acara okasional seperti kondangan, prom nite, ke mall, beli bensin, ke kampus, ke lesan, dan beli siomay yang lewat depan rumah.
Enggaklah, emangnya yang sebelum ngampus berat badan 40kg abis dandan jadi 45kg.
Cuman di kondangan yang dalam setahun terhitung jari dan prom night perpisahan SMA kemarin.

Ternyata kulit wajah terlalu manja dan sok sporti untuk didandani. Pagi hari setelah prom mulai muncul bintik-bintik merah kecil. Ah mungkin jerawat biasa yang akan hilang keesokan harinya.
Ghue syalah bezar.

Bibit-bibit itu makin besar, subur dan membabi buta. Literally, membabi buta. Merata. Seluruh wajah.

Setelah beberapa bulan masa pengobatan yang penuh keputus asaan, hasilnya mulai terlihat. November lalu wajah udah cukup layak diajak selfie. Desember makin membaik.

Sampai kemudian mental dan hati mulai diuji lagi.

Awal Februari siang-siang panas terik, aku harus menyelesaikan on the Job Training di candi Prambanan. Itu panas teriknya udah tidak terdefinisi lagi. Muka memerah, literally memerah. Kemudian tragedi setelah prom seperti ter-rewind.

Bisa dibilang, saat-saat seperti ini self esteem benar-benar jatuh nol. Bahkan minus. Aku ngutang self-esteem, dan belum sanggup ngebayarnya.

Sampai sekarang, mukaku lebih kasar dari parutan kelapa ibu kamu. Serius.
Jerawat meradang. Inflamasi merata. Dan aku banyak melakukan hal bodoh karena ini.

Berikut list kebodohan diella;

1. Jadi lemah, cengeng sekaligus ngondek. Dimana-mana nangis tapi juga sambil ketaw-tawa. Di jalan pulang dari ngampus nangis. Dengerin lawakan penyiar radio ketawa lagi. Masuk rumah ketemu Ibu nangis lagi. Ini barusan tadi ngelipetin cucian sambil nangis dan kalau orang awam melihat, mereka pasti mengira keluarga kami mencuci pakaian pakai ekstrak bawang bombay.

2. Jalan di kampus kayak manusia terserang tengeng akut. Ketika aku jalan di koridor-koridor kampus, dengan sadar atau enggak aku pasti nunduk macam otot leher terlalu ngondek dan gemulai. Tak lupa nunduk dengan kecepatan berjalan full speed biar cepetan masuk kelas. Aku mirip orang tengeng akut yang keburu-buru mau melahirkan.

Karena nunduk dan tidak memerhatikan sekeliling, kemarin Senin di kelas Bridging aku jalan full speed ke kursi paling belakang sampai lupa menutup kembali pintu kelas, diketawain sekelas karena pak dosen berkali kali bilang "Diella close the door please." tapi ketakutan dan kekhawatiran aku terhadap wajah bisa-bisanya menulikan telinga.

3. Aku jadi malas bersosialisasi. Sejauh ini teman-teman yang aku tidak ragu untuk menatap mata mereka ketika ngobrol cuman Sukma, Fida, Ici, Rani dan Fara. Selain wtwt cuman mereka yang melihat aku tanpa ada ekspresi "Ini orang mampu beli PDAM buat cuci muka nggak sih." ketika kami ngobrol.
Alhasil, aku terlalu cemen untuk bergaul sama selain mereka di semester 2 ini. Cupu ya.

Liburan pun, selain main sama wtwt aku malas banget keluar rumah.

Di kampus ketika aku mulai resah sendiri, aku memutuskan buat pakai masker. Tapi kadang-kadang aku kasian sama Sukma yang notabene kami sering jalan berdua. Kan kasian kalau ada yang tanya
"Sukma yang mana sih?"
"Itu loh yang suka jalan sama cewek pakai masker kayak anggota ISIS wanna be."

4. Aku jadi tidak ekspresif dan tampak seperti manusia tidak bahagia. Nindi selalu bilang Jangan melihat dirimu ada di bottom just because of those pimples. Well, ketakutan dan kekhawatiranku udah ada di tingkat sampai aku melepas cermin di kamar karena aku nggak mau membunuh semangat pagiku karena bercermin.


Whats done is done.

Aku tidak bisa menyalahkan siapa-siapa toh juga usahaku udah beyond the max.
Dokter? Udah. Lebih dari satu malah.
Aesthetic centre? Udah.
Herbs? Udah.
Detox program? Udah.

Selain menyakiti secara visual dan mental, jerawat ini juga menyakiti secara fisikal. Serius rasanya gatal panas tak terbendung.

Nah sekarang kamu ngapain Yel?

Aku lagi nabung buat beli buku Michael Walden Acne No more, Mike (biar sok akrab) adalah acne sufferer selama 19 tahun dan dia menemukan cara menyembuhkan acne severe tanpa bahan kimia apapun. Yaitu dari dalam, dari pola hidup. Nah berhubung aku belum beli bukunya aku belum bisa menjelaskan banyak.

Intinya, Mike kehilangan masa mudanya dan cuman punya 2 teman yang memahami kondisinya sebagai acne sufferer yang parah. Ribuan dollars udah habis untuk segala macam cara penyembuhan. Ratusan buku tentang metabolisme tubuh dan kulit wajah sudah ia baca dengan cermat. Pada akhirnya dia menemukan cara menyembuhan yang holistic dan efesien tanpa bahan kimia hanya dalam waktu 60 hari, he got a clear skin that he dreamed of for years.

Beberapa kebodohan diatas sepertinya masih akan aku lakukan sampai aku sembuh. Orang paling bodoh adalah orang yang tau dia melakukan hal bodoh tapi tetap dilakukan. I am dumb and ugly.

DOAKAN DIYEL CEPAT SEMBUH.

SMOOCHHH
Lebih parah dari gambar diatas. Udah gendut, jerawatan, ngantukan, malesan. Jangan mau temenan sama Diyel






Sabtu, 21 Maret 2015

SEMEA

YAK POST MAHA DAHSYAT SELEB TWITTER GANESYA DAN AYA MASUK DASHBOARD MERUBAH NIATAN BUAT SAMBAT JADI MAU NOSTALGIA AJA

Kenapa semea? Karena Mista Rifai dosen yang aksen britishnya lebih fasih dari pemain-pemain Harry Potter membaca SMA itu SEMEA.
"Which SEMEA we yu?" (read: which school were you?)

Aku masuk smada entah kenapa aku memilih SMA 2 Jogja......................................................
Kemudian aku dihujat semua orang................................
Karena nilai kelulusanku bisa buat masuk SMA mana aja di Jogja...............................
Dan aku milih smada karena cuman 5 langkah dari rumah..........................

Kalau menurut GANESYA ada 2 golongan nanggung (bego kaga pinter apalagi) yang masuk smada; 1. Yang ngarepnya masuk padmanaba ga kesampean, masuknya ke smada. 2. Yang udah pasrah mana aja boleh, eh ternyata bisa masuk smada. Yagitudeh, jadi kontras antara bangga banget sama kagol banget.

Tambah satu lagi deh; 3. Yang jiwa raganya sedang blank milih smada karena 5 langkah dari rumah dan ketika SNMPTN berlangsung dengan menggunakan nilai indeks sekolah (berdasar ranking sekolah) dirinya ingin loncat dari langit ke tujuh dan berenkarnasi kembali jadi anak SMP kemudian memilih sekolahan lagi kemudian keterima SNMPTN pilihan 1 dan bahagia dunia akhirat.

Okay, whats done is done.

Lagian kalau aku nggak masuk smada aku nggak akan bertemu wtwt. Kalau tidak masuk smada aku tidak akan merasakan banyak hikmah yang ternyata "Oh indeed this is the best way".
Dengan tidak bertemu wtwt sebenarnya aku bisa selamat dari sasaran empuk mereka, manusia-manusia dzalimi dan gemar menyiksa sampai aku nyaris sekarat di depan ipa 3 tapi Tuhan masih sayang aku. Aku pun tetap sayang mereka. Dan mereka juga sayang aku. I love you you love me we are happy family lalu Barnie muncul dan kami saling berpelukan.

Fokus.

Kelas 10 dimulai dengan aku duduk di sebelah Khairina yang jeniusnya sudah tidak terdefinisi lagi. Masuk di X.7 bertemu Nindi yang ketika itu masih kurus rambut indah muka berseri dan setelah 4 tahun berteman dia langsung naik 20kg.
Tak lupa, wali kelas kami adalah Maha Besar Bapak Sudono dengan segala rumus kimia dan kelihaiannya dalam mengendalikan waktu. 90menit pelajaran kimia bersama Pak Sudono aka pakdhenya Nesya (fun fact: Pak Sudono adalah Pakdhe dari Ganesya ya saudara saudara) adalah 90menit terlama bagi semua umat manusia.

XI.IPA.3 dari awal aku lebih berminat masuk IPS karena emang pingin kuliah di HI waktu itu. Tapi ayah ibu bilang siapa tau aku berpaling pingin berkecimpung di dunia saintek. Dan "siapa tau" itu tidak pernah terjadi dalam hidupku. Di kelas ini aku sekelas sama Nesya (fun fact: Nesya adalah ponakan dari Bapak Sudono ya saudara saudara), Aya dan Dian. Yang dengan mereka, masa kelas sebelasku makin jelas. Jelas ambyarnya.

Baru minggu keberapa masuk. Tas aya dan aku udah diambil wakasek karena bolos.
Dan Wali kelas kami Bapak Sudono lagi. Lagi. Lagi. (fun fact: Pak Sudono adalah Pakdhe dari Ganesya ya saudara saudara, jangan sampai lupa)
Tak lupa, kami adalah sasaran empuk Pak Sudono yang hobinya tunjuk-tunjuk berhadiah kalau di kelas.
"Yak mbak yang dari tadi tangannya di laci maianan HP kerjakan nomor 34"
"Yak mbak yang engga pakai jilbab kerjakan nomor 22" (Yaelah pak sama ponakan sendiri panggil namanya dong)
"Yak mbak yang ngantuk maju biar nggak ngantuk"

"Yaudah karena mbak tidak bisa mengerjakannya maka mbak bisa kembali ke bangku."- Said NO pak sudono ever.

You will be standing in front of the board until you do the right one. Walau sampai smada pindah ke tengah kota.

Udah ah nostalgianya lanjut kapan kapan kalau kangen SMA lagi

Smochhhh




Jumat, 27 Februari 2015

Tuan datang dan pergi

Tuan datang dan pergi

Tuan datang
Mengisi hati dan hari
Aku terhenti pada satu ruang yang tak ku lihat ada pintu keluar
Pada suatu ruang hangat penuh alunan syahdu
Pada suatu ruang penggerak kalbu untuk terus menari seakan tak ada mata menjadi saksi
Aku menari tak henti di bawah sinar mentari yang tak pernah pergi
Hangatnya abadi
Pada suatu ruang yang tersemat janji abadi untuk aku tak pernah pergi
Pada suatu ruang yang melarangku untuk bersendu
Riangnya tak henti datang tak pernah pamit pergi
Pada suatu ruang yang dibangun cacat
Namun mataku terlalu cacat untuk melihatnya cacat

Pada suatu ruang yang dengan khidmat aku bersumpah tak akan kutinggal, sedetik pun
Aku bersumpah

Aku terhenti memandang setiap sudutnya dalam
Terheran

Mencekam
Seketika ruangan hitam, kelam
Aku melangkah mundur mencari dimana bauran mentari yang selalu ada
Bingung
Demi Tuhan aku bingung
Aku merangkak tak berarah
Belum, aku belum berdarah
Namun aku sudah hilang arah
Dingin
Dinginnya menusuk setajam belati
Aku jatuh, terperosok dalam sekali
Terhentak tepat di belati yang sudah memelukku erat

Semakin dalam
Akhirnya aku berdarah, mengalir ke segala arah
Tersengat
Aku sesak
Pada suatu ruang yang menyempit tak bersisa udara untuk bernapas
Napasku terampas
Aku pikir aku akan singgah
Bukan berpindah

Ketika Tuan pergi

Selasa, 10 Februari 2015

Sentimental

Harga memori sebatas unggahan sosial media.
Miskin memori.
Memori dijual murah demi interpretasi sesaat.
Memori diumbar bebas, selepas langit di bulan Mei; tak dibatasi awan sama sekali.

Sempitnya bilik privasi-mendesak sesak.
Hal yang diberi untuk dijaga, dengan mudah dibuang, dengan sengaja dirampas.
Melahirkan sendiri status diri. Aneh.
Merk barang yang melekat di tubuh sengaja diinformasikan ke semua-demi status sosial yang tidak memberi keuntungan.
Pencitraan menjadi lebih penting dari pencapaian.

Tingkat sosial hanya sebatas seberapa sering menghabiskan waktu di coffee shop.
Unggah sana unggah sini, tak peduli semesta.
Ketulusan seakan hilang tergantikan setelah melabeli nama orang lain di unggahan.
Kemudian memorinya hilang.
Memiskinkan kenangan.
Fakir momentum.

Dimana, dengan siapa sedang apa seakan menjadi sangat penting untuk dipublikasikan.
Siapa orang tua, seberapa penting posisi sosial mereka, background keluarga disuarakan lantang.
Patokan kehebatan makin menyempit dan menyempit.
Dibutakan suara-suara maya.

Semesta yang aneh, atau aku yang berpikir seperti orang jaman 1870?





Jumat, 16 Januari 2015

Sehat!

Hey Laura milik Gregory Porter tidak berhenti aku putar pagi ini. Paling enggak, aku ga muter lagu lagu desperate yang bikin tambah pusyang kzl zbl, tanpa harus berbohong sama diri sendiri untuk memutar lagu riang gembira bahagia sentosa; yang sama sekali tidak merepresentasikan keadaan aku sekarang.

Post pagi ini akan menjadi post langka hahahahaahahahahahahahaahahaha

Aku selalu berkeyakinan bahwa privasi itu hal yang diberikan Tuhan untuk dijaga sebaik mungkin, dan membaginya dengan orang yang pantas. Intinya, jangan lempar sana lempar sini cerita sana cerita sini tentang hal yang seharusnya kita jaga. Tapi pagi ini aku akan menyanggah (dengan sangat berat hati) apa yang aku yakini, tentang apa yang sudah aku jalani 2 tahun ini. Siapa tau kan ya, siapa saja yang baca bisa meresapi apa yang ingin aku sampaikan.

Sehat itu mahal.
Banyak orang di luar sana yang membuang tenaga, waktu dan uang untuk sehat. Literally, membuang.
Termasuk aku.


Nggak quat ceritanya. Hahahaha yha intinya jaga kesehatan jangan makan mekdi, koka kola, ciki ciki, minuman berakohol, rokok, jajan pinggir jalan sama indomie ya!


Salam sehat sejahtera dari diella!

Rabu, 07 Januari 2015

2/365

Ketika hari ini adalah 6/365 untuk orang lain, tapi buat aku hari ini adalah 2/365.
Atas segala keputusan yang aku pilih dan yakini sendiri tepat 2 hari lalu, yang aneh emang. Tapi bukannya lebih baik tertusuk belati sekali dan selesai, ketimbang tergores paku karatan ribuan kali sampe lukanya yang belum sempat kering kegores lagi?

2002
2003
2004
2005
2006
2007
2008
2009
2010
2011
2012
2013
2014
2015 + 2 hari

Untuk terhenti dan terikat dengan hal yang sama dalam jangka waktu tersebut apakah bisa disebut hal yang sepele?
No

Untuk melepaskan sumber inspirasi dari hampir semua post di blog ini apakah bisa disebut hal yang sepele?
No

Untuk menghentikan cerita tertutup yang tersimpan di draft blog ini apakah bisa disebut hal yang sepele?
No


Di introduction to accounting aja ada tu namanya Closing Journal untuk menutup proses dalam satu periode, sama dong, hidup juga kudu ada tutup buku. Menutup semuanya.

Ketika novel favoritmu selesai dibaca dan kamu memutuskan untuk membuang novel itu, untuk tidak menjadi milikmu lagi, sejauh apapun kamu buang; alur dan plot novel tersebut akan tetap tinggal di memorimu, akan tetap menjadi cerita tersendiri yang tidak akan hilang.

Aku sudah membuat closing journal atas periodeku, saatnya memulai periode baru.

Selasa, 11 November 2014

Menulis

Pagi ini aku memulai hari dengan belajar di e learning di yutup tentang beberapa teori manajemen basic-I learn better by listening- sayangnya Ibu selalu parno tiap liat anaknya buka laptop dan berbunyi, maklum Ibu saya trauma liat anaknya tiap hari nuntun drama korea.

Hal yang paling aku perhatikan dari teori Maslow adalah tentang self-actualization, tentang kebahagiaan diri, tentang menjadi diri sendiri.

Di dasboard penuh post Aya, dia menulis ketika dia resah, sebenarnya kami bukan hanya dia, dan penulis amateur lain yang menjadikan blog sebagai pelabuhan atas segala bualan.

Aku selalu merasa menjadi diri sendiri ketika menulis, aku merasa layar putih dengan judul "entri" adalah tempat tepat aku berbual-tanpa ada yang mengkritisi.

Aya yang menulis segala keresahannya sejak tahun-entahlah-yang isinya dari hal alay hingga bahasanya mulai terlihat dewasa. Aya menulis dengan sangat jujur, penuh ketulusan dan rasa membutuhkan untuk menulis.

Atau kami menjadikan blog sebagai diary paling aman-menaruh segala curahan dalam bentuk draft-dan tak akan mempublishnya.

Menulis bagiku seperti piringan hitam yang merekam potret demi potret kehidupan. Aku akan tertawa membaca post pertama kali dan bergidik "jadi aku yang dulu segininya ya-drama queen abizh".
Bagaimana aku merasa tumbuh hanya dengan membaca post demi post dari tahun ke tahun.

Based on Maslow's Theories, aku melakukan teori ke-5 nya dengan menulis; bahagia dan menjadi diri sendiri. 

Rabu, 08 Oktober 2014

College

Kata Dian Indra kalau pernah nongkrong di sevel boleh nulis pake gue lo.
Nulis ya bukan ngomong langsung.
Refi, barista Starbaks bilang orang jogja boleh ngomong 'lo'. Tapi jangan 'gue'. Kenapa?
Karena jatohnya bukan lo-gue tapi lo-ghue.

Karena aku pernah sarapan slurpee pagi-pagi di sevel (untungnya ga kenapa napa) jadi mohon ijin di post ini aku pake gue-lo.

Sejujurnya gue masih belum menemukan hal yang menyenangkan kecuali masuk jam setengah sepuluh di perkuliahan.
Bertemu dosen lulusan mana mana dengan titel yang berkali lipat panjang dari nama aslinya, tapi ada juga yang lucu. ih nggemesin deh. apanya.
Karena suatu hari di kelas Introduction to Accounting yang membicarakan tentang aktiva perusahaan. Kemudian pak dosen bilang.
"It will be beneficial If a company has princes"
sekelas. what?
Yang ada di benak gue saat itu adalah princess elsa. Let it go let it go. Uwo
Dan setelah 5 menit para mahasiswa hening mencerna apakah itu princes, pak dosen bilang
"Princes like KFC MCD Mister Burger. Yunowamin?" (read; You know What I mean?)
"OWALAH MISTER, FRANCHISE"

Atau segala ekspektasi setinggi gue berekspektasi Jessica SNSD nggak pernah keluar dari SNSD, tentang cari jodoh di kuliahan gampang karena banyak pilihan. Semua itu hanyalah mitos.
Kecuali kalau gue mau mengikuti teknik si Riski, mahasiswi yang soon masuk ke ig uii_cantik karena parasnya yang indah dan gue sama Sukma setuju bahwa Maha Benar Riski dengan segala kecantikannya, teknik dia adalah ketika kelas kita ada di bagian depan pojok utara-maka kita harus muterin ke selatan-timur-semua gedung sambil sok terlihat cantik natural-barulah ke kelas.

Inget. Orang cantik gak pernah salah.

Aneh pake gue-lo. Back to aku-kamu.

Inget, dibanding dengan Riski dia adalah kasta Waisya. 4 hari lalu Sukma masih sekasta sama aku, Pariya. Tapi setelah dia berpacar kasta dia naik jadi Sudra. Dan saya masih di Pariya, nggak ada di kasta bahkan.
Inget kasta Pariya harusnya jam segini garap tugas, bukannya ngeblog.




Kamis, 18 September 2014

Tidak Berjudul

Seiring waktu berjalan seiring banyak hal sedikit demi sedikit berubah, tanpa kita sadari.
Apa yang dianggap penting bisa jadi biasa saja, bahkan mungkin nggak penting lagi.
Apa yang dianggap prioritas bisa aja jadi hal yang begitu mudah disingkirkan.
Apa yang lama diperjuangkan bisa saja lalu dibuang, entah karena terpaksa atau nggak.

Waktu dan keadaan begitu mudah jadi nakhoda yang seakan mengendalikan semuanya, iya segala hal.
Entah itu sedih atau senang.

Sedih.
Saking sedihnya bahkan dibutuhkan waktu untuk mencerna apa yang sebenarnya terjadi.
Mata sendiri bahkan nggak cukup untuk menerima suatu peristiwa.
Butuh setengah hari, mungkin lebih untuk memahami apa yang terjadi.
Dalam proses itu cuman sedikit terasa sedih karena semua seakan fokus pada kinerja logika yang sampai sekarang pun masih rancu.

Dalam proses itu seperti kehilangan diri sendiri, hilang semua sense untuk tahu dan menuruti apa yang diri sendiri mau atau butuhkan.

Linglung.
Ketika aku sedang benar-benar sedih, aku butuh waktu bahkan hingga berhari hari untuk mencerna apa yang terjadi. Baru setelah itu aku merasakan sedihnya.
Post ini juga udah ada di draft sejak empat hari lalu, rasanya kayak nggak bisa melanjutkan menulis; karena bingung sebenarnya aku butuh apa aku mau apa.

Mungkin analogi 'baju bagus tapi nggak pas' mungkin juga 'baju jelek dan nggak pas'

Ketika bertemu seseorang atau hal yang terlihat biasa saja, jangan sepelekan apa yang ada di dalamnya. Apa yang sedang perlahan merusak dan korosif di dalamnya. Mungkin mereka malah jauh lebih rapuh dari yang terlihat rapuh.

Aku mungkin terlampau memikirkan hal yang seharusnya bisa aku tidak hiraukan. Tapi apa yang sudah dilakukan sesungguhnya tak semudah itu ditinggalkan.

Kalimat move foward, tidak sesimpel dua kata yang menggambarkannya.

Aku tidak memohon. Aku tetap berjalan kedepan, perlahan.

Jumat, 29 Agustus 2014

Beauty

hai aku sekarang makin hari makin gak ada kerjaan makin suwung makin banyak nonton korea korea makin banyak liat orang orang cantik makin merasa buruk rupa.

sering kita tidak sadar banyak orang cantik di sekitar kita yang hanya bisa dilihat kalau kita mengenal jauh, memahami sudut pandangnya dan mendengar ceritanya.

sering kita dibodohi mata untuk mengatakan orang lain cantik, dan ketika hanya mata yang bekerja saat itulah kita tertipu.

sering kita tidak memahami perbedaan antara cantik dan cantik. Karena hanya ada satu kata sifat yang menggambarkan itu di bahasa kita, coba kalau aku bilang kadang kita tidak bisa membedakan antara beauty and pretty.

kenali, pahami, dengar


Sabtu, 23 Agustus 2014

tes pasien satu, tes pasien dua-rojer rojer!

Sudah sudahi sudah post post sedih ala ala anak lulus sma, lulus ya bukan lolos.

Hobi baru akhir akhir ini; abis isya bobok sampe tengah malem bangun bangun segala sosmed udah kayak diciptakan untuk maba maba UGM aja.

Ah hidup memang gak selalu lempeng, bos


Malam ini seperti malam-malam sibuk sebelum UNAS, SNMPTN, SBMPTN dan UM. Sesibuk apapun dan secapek apapun, tetep aja disempetin nulis. Bedanya beberapa bulan ini kesibukanku cuman nonton drama.

Benar kata dian indra-warkop-gila lu ndro-diyan indro satu dari 0 orang yang mencabut setelah lolos UI, apasih yang lebih menyedihkan dari anak anak kecil yang hafal lagu orang dewasa. Sedihnya itu dimana mana gak cuman di sini doang, pernah suatu hari pulang sekolah anak kecil sebelah rumah nyanyi lagu Cakra Khan yang 'kau pergi ku kembali', entah judulnya apa. Dan tadi sore, iya tadi sore mereka bikin aku tambah sedih lagi-mereka nyanyi lagi Jupe-Aku Rapopo!

Jadi lagu wajib anak sekolahan sekarang adalah Aku Rapopo dan Oplosan, iya kah pak Nuh Muhammad?

Menurut aku generasi 90an adalah generasi yang nyaris tidak tertolong, coba lu lahir geser dikit aja jadi 2000an. Umur 7 tahun udah pake kacamata-kebanyakan main ipad.

Sejak kelas satu sekolah dasar sampe kelas enam, setiap liburan puasa pasti ke rumah Budhe dan Pakdhe di Temanggung-sampe lebaran tiba dan sekeluarga besar kumpul di sana. Dan ketika itu aku nggak pernah tau kalau momen itu akan sangat terkenang sampe sekarang.

Hidup ku di temanggung selama 3 minggu setiap tahunnya tidak pernah tidak bahagia. Sambil ketawa ini ngetiknya, sampe sampe saking deketnya sama tetangga tetangga di sana pas kelas empat pernah dikasih surat cinta sama tetangga samping rumah. Coz i was born to be sok jual mahal girl-yang menyebabkan sampe sekarang jomblo, I tolak dia sambil ketawa ketawa sama sepupu. Dan setelah itu suratnya disobek sobek dibuang ke kolam ikan lele..........................................................

Aku nggak pernah menyangka satu persatu memori masih sangat melekat, secara sangat detil, amat detil.

I miss the way Budhe teriak "Ayo pasien satu, pasien dua bangun. Kita harus sahur!"
Iya pasien, karena aku sama sepupu setiap sahur sama sekali gak pernah bangun dari kasur. Dan dalam keadaan yang bener-bener setengah sadar, kita sahur.
Gimana caranya?

Oke, bayangkan ada dua anak umur 8 dan 9 tahun berbadan gembul tidur terlentang dan seorang ibu paruh baya bawa piring berisi dua porsi makanan. Dan makanan itu wajib berkuah. Dengan sabar sang ibu paruh baya itu menyuapi dua anak ini yang posisinya tidur.
"Ayo pasien satu buka mulut." biasanya aku lah pasien satu dan sepupu pasien dua.
si anak-pasien satu ngunyah makanan tanpa melek sama sekali.
"Sekarang pasien dua, aaaaakkk" giliran si sepupu, mbak hani.
Ada kalanya lauknya ketinggalan dan kami cuek aja makan nasi, karena fokus kami tidur-bukan sahur.

Setelah itu bakal ada moment of silent karena Budhe keluar naruh piring dan bikin susu.
"Ayo pasien satu minum susu dulu biar kuat puasanya."
"Ayo pasien dua juga."
Ada kalanya kami haus dan seret
"Budhe mau air putih."
"Ohya pasiennya mau air putih"

Sesi makan selesai, Budhe keluar kamar. Dan kami lanjut tidur dengan posisi yang sama ketika sahur.

Dan itu berlangsung setiap bulan ramadhan selama 6 tahun.

Life was so simple right?

Semua memori seakan muncul bebarengan dan mak brek.
Kami nggak punya handphone, ipad. Tapi jauh lebih bahagia. Jauh.

Apasih yang membahagiakan ngeliat anak sd main ipad.
Tahu rasanya naik pohon kelengkeng rame-rame, sambil makan kelengkengnya langsung?
Tahu rasanya menghitam karena main di sawah tiap sore?

I wish my future children will feel how glad it is to be kids.


Minggu, 29 Juni 2014

Make a line, please

Post ini ditulis di boarding room emirates airlines. Menunggu keberangkatan ke Dubai lalu Madinah.

Ohiya hahahaha tadi di imigrasi aku ketemu serombongan rambut pirang muka asia, tinggi badan asia dan baju harajuku warna nabrak sana nabrak sini. Setelah dicermati mereka adalah CERIBEL AHE KAMU CANTIK CANTIK DARI HATIMUUUU UWOOOOO

Fokus diyel.

Ada yang bilang atau banyak yang bilang tapi menurutku semua harus bilang bahwa kesuksesan apapun tanpa attitude itu nothing.

Attitude yang paling simpel deh; budaya mengantri.

Hal yang aku salut dari orang barat adalah mereka sangat menghargai antrian dan orang yang mengantri. Ketika dulu transit di bali menuju melben ada bule marah marah karena orang di depannya nginjek batas antrian. Itu alay? No, for me thats whats yshould be done

Tadi ketika makan sahur, kami udah buat antrian. Karena piring sendok ditaruh di bawah meja buffet jadi agak rusuh ambilnya. Dan bingo ada bapak ibu ambil piring tepat di depan aku ngedesek se enak udel dan langsung motong antrian.

Rasanya pingin tak siram pake kuah tom yam. Tapi aku tidak cukup berani buat bilang. I was wrong.

your attitude reflects who you are.

Selasa, 24 Juni 2014

Sayonara

Setelah ngelarin cue card buat promnight besok malam, aku menulis ini. Entah apa biarkan nanti mengalir.

Rundown promnight yang sejak tadi aku perhatiin bikin sadar "Oh ini habis prom bisa dibilang masa sekolah ini kelar". Ah masa sih lusa malam jam 23.00 masa sekolahku abis begitu aja.'

Tiga tahun sekolah rasanya kayak baru kemarin, sehari aja. Itu artinya baru kemarin aku kenal Khairina sebagai anak jenius fisika matematika kimia dan segala tetek bengeknya. Baru kemarin aku kenal Pak Dono yang ah, siapa sih yang ga sayang Pak Dono. Baru kemarin tas ku sama fara diambil Wakasek karena bolos pelajaran fisika (bodohnya) di depan kelas. Baru kemarin aku digotong gotong ke uks karena bengek melanda. Baru kemarin aku kenal kalian.

I always appreciate every moments that we have because I know they wont last forever.

Realistis aja lah, jangan kayak anak smp yang menganggap pertemanan bakal selamanya. Siapa kata, mana buktinya. Semakin jenjang yang kita hadapi nantinya semakin renggang kita. Dari 13 anak, akan ada 13 jalan yang berbeda, bener kata Fara kecuali Tuhan berkehendak.

Kalian itu bikin kangen. Ketika kita sibuk UM SBM dan yang ketemu cuman yang sekelas bimbel doang, rasa rasanya ini kapan ketawa lepas ngakak tak ber norma.

Banyak kekhawatiran sebenarnya, tapi balik lagi. Harus realistis.
Besok kalau udah kuliah grup line masih rame ga ya.
Bisa kumpul full team kira kira kapan, libur akhir taun kah, libur semesteran kah.

Bagaimana kita mengcover rasa saling peduli dengan hal lain yang sama sekali tidak terasa cheesy.
Ive never met guys like you before.

GIMANA NGGAK NGANGENIN INI GENG ISINYA LAWAK SEMUA.

Senin, 23 Juni 2014

LUTJU

Paragraf paling awal bahkan kata pertama itu paling susah ketika menulis. Sama, sama seperti kata pertama yang harus diucap. Begitu juga dengan menarik ujung kedua bibir untuk pertama kali.

Hahahahaha geli rasanya. Ini tentang hal yang menggelitik-dan udah lama nggak tergelitik.
Kata orang ketika kita merasa memerhatikan sesuatu lebih dari empat bulan, itu artinya kesungguhan.
Mari kita hitung berapa lama aku tergelitik.

Ini tentang hal yang entah lutju aja rasanya, nggak cukup dengan penasaran kemudian aku memberanikan diri. Hasilnya? nggak beda sama hasil try out SBMPTN, nggak lolos.

Ini tentang perasaan yang kalau diungkapkan akan terasa cheesy dan berlebihan. Tapi biarkan aku tanya, ketika kamu marah atau jatuh hati bisakah kamu bersikap biasa?
Baiklah aku meminta izin untuk menuliskan hal yang lutju lutju berlebihan.

Ini tentang keadaan ketika kamu mendengarkan lagu lagu lama tentang hati, maka ada sesuatu yang menggelitik. Ha! ini tentang ketika aku bertemu rasanya banyak yang ingin disampaikan lalu kemudian kebanyakan bengong dan hilang lah kesempatan.

Aku heran sama Pevita Pearce yang prinsip hidupnya Love Live Laugh. IT IS NOT THAT SIMPLE PEVITA. It is about Live Laugh Ujian Masuk PTN and Trying hard to menyusun kata untuk sekedar ngobrol until it becomes something.

Ini tentang menunggu pesan yang tak kunjung datang. Haruskah aku menjemput?

Ah Diyela, kamu salah. Ini tentang hal yang baru kamu ketahui sepihak. Masih tak jelas apa yang terjadi di balik bilik. Jadi jangan sok tahu dulu Diyela.

Ah nggak. Ini tentang hal yang harus diperjuangkan. Entah apa nanti hasilnya.

Ah Diyela, bagaimana cara kamu mau memperjuangkan? Pake rumus laba maksimum ha?

When you falls in to somebody, there gonna be butterflies in your tummy- Feeling so?

Mari kita ketawa lutju lutju.

Ini lutju.

Ini kelewat lutju, kalau memang kita dari planet yang berbeda, gimana kalau ketemu di bumi?



PS. Ini PR buat Diyan Indra yang pertama, tapi aku jatuh hati nya bukan sama dia. Walaupun dilihat secara kasat mata Diyan kayak pria kuat dan berani, tapi aku yakin dia mens tiap bulan. Atau jangan jangan diyan hemaprodit.